Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang

Untuk melihat tingkat kemakmuran suatu negara, dapat dilihat dari aspek kependudukan dan ekonomi negara tersebut. Antara negara maju dan negara berkembang terdapat keadaan yang bertolak belakang pada aspek kependudukan dan aspek ekonomi. Bandingkan data-data kependudukan dan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang di bawah ini!

sejarah internet,logo internet, jaringan internet, koneksi internet, warung internet, perangkat internet

1. Negara Maju


2. Negara Berkembang

Dari data-data di atas dapat kita bandingkan antara keadaan kependudukan dan ekonomi negara maju dan negara berkembang. Misalnya pertumbuhan penduduk Belanda 0,3 % per tahun, sedangkan India 1,4 % per tahun. Angka Harapan hidup di Belanda 78,7 tahun, sedangkan di India 63,5 tahun. Angka kelahiran di Belanda 1,7, sedangkan di India 2,9. Angka kematian bayi di Belanda 4,8, sedangkan di India 61,6. Pendapatan per kapita di Belanda 36. 620 US$, sedangkan di India 720 US$. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup penduduk di negara maju seperti Belanda jauh lebih baik daripada kualitas hidup di negara berkembang seperti India. Negara maju memiliki pendapatan perkapita relativ lebih tinggi daripada negara berkembang. Implikasi dari pendapatan perkapita yang tinggi adalah kemampuan untuk membeli bahan makanan yang lebih bergizi dan memadai. Selain itu kemampuan membeli pelayanan kesehatan, obat-obatan pelayanan pendidikan juga lebih baik daripada yang pendapatan perkapitanya rendah.
»»  Baca Selengkapnya Klik Di Sini...

Ciri-ciri Negara Yang Maju dan Negara Berkembang

Negara dapat dikategorikan menjadi negara maju atau berkembang. Dasar pembedanya antara lain adalah pendapatan rata-rata nasional dan penguasaan teknologi. Ciri-ciri negara maju antara lain sebagai berikut.

sejarah internet,logo internet, jaringan internet, koneksi internet, warung internet, perangkat internet

1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6. Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
7. Tidak tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
9. Angka harapan hidup tinggi.
10. Intensitas mobilitas tinggi.

Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagai berikut.
1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
2. Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
4. Pendapatan relatif rendah.
5. Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
6. Sifat penduduk kurang mandiri.
7. Sangat tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
9. Angka harapan hidup rendah.
10. Intensitas mobilitas rendah.
»»  Baca Selengkapnya Klik Di Sini...

Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang

Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah “negara maju” dan “negara berkembang”. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika (Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan yang digolongkan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin). Di kawasan Asia terdapat beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. Tolok ukur atau indikator dalam penggolongan negara sebagai negara maju atau negara berkembang sebagai berikut.

1. Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.

2. Jumlah Penduduk Miskin

Tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara dapat dilihat dari angka kemiskinan. Suatu negara dikatakan makmur/sejahtera apabila rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja.

3. Tingkat Pengangguran

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah tingkat pengangguran. Di negara maju umumnya tingkat penganggurannya rendah. Sebaliknya di negara berkembang biasanya tingkat penganggurannya tinggi.


4. Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah. Hal ini disebabkan penduduk mampu membeli makanan yang bergizi, mampu membeli pelayanan kesehatan dan obatobatan yang memadai. Sebaliknya di negara berkembang angka kematian bayi dan ibu melahirkan relatif tinggi. Hal ini disebabkan penduduk tidak mampu membeli makanan yang bergizi, tidak mampu membeli pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang memadai, karena pendapatannya rendah.

5. Angka Melek Huruf

Angka melek huruf menunjukkan jumlah penduduk yang dapat membaca dan menulis. Suatu negara dikatakan maju apabila angka melek hurufnya tinggi atau angka buta hurufnya rendah.

Selain 5 indikator tersebut di atas, masih terdapat beberapa indikator untuk membedakan negara maju dan negara berkembang. Indikator tersebut adalah: tingkat pendidikan, usia harapan hidup, pengeluaran untuk kesehatan dan lain-lain.
»»  Baca Selengkapnya Klik Di Sini...

Indonesia Hancur Karena Budaya Konsumtif Masyarakat Indonesia

Handphone atau ponsel yang jika dibahasa indonesiakan menjadi telepon genggam dewasa ini bukan lagi menjadibarang mewah seperti beberapa tahun yang lalu,mengingat kebutuhan manusia akan berkomunikasi dimana dan kapanpun maka saat ini hamper seluruh lapisan masyarakat sudah memiliki perangkat berkomunikasi ini,khususnya yang tinggal di kota-kota besar.

Beberapa tahun silam kita hanya mengenal beberapa merk ponsel yang berada di Indonesia,seperti Nokia,Sony Erriccson,Siemens,Samsung,Motorola. Inilah 5 merk terkemuka di bisnis telekomunikasi yang menguasai pangsa pasar dunia,termasuk Indonesia.Kala itu ponsel masil menjadi barang mewah dan hanya di miliki oleh segelintir orang saja masih menjadi sekedar alat komunikasi berbasis voice(suara) dengan tekhnologi nya saat itu AMPS (Advanced Mobile Phone Service), seiring perkembangan tekhnologi kini ponsel mulai digunakan bukan hanya untuk berbicara langsung tetapai dapat juga mengirim data singkat berupa pesan singkat yang kita kenal dengan sms (short message service), medio tahun 2003 mulai dikenalkan pengiriman gambar,video dan suara melalui pesan singkat yang dikenal dengan MMS (Multimedia Message Service), sampai tahap ini teknologi komunikasi memasuki fase atau Generasi ke-2 (2G). Bebe) pa tahun silam barulah ponsel tidak lagi menjadi sekedar alat komunikasi melainkan menjadi sebuah multimedia mini seiring dengan mulainya masyarakat memfokuskan penggunaan ponsel kepada fungsi multimedia seperti foto,music, dan belakangan ini lebih kepada akses data (internet) dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas nya melalui ponsel yang berada di genggamannya.
sejarah internet,logo internet, jaringan internet, koneksi internet, warung internet, perangkat internet

Disaat kondisi seperti itulah pabrikan-pabrikan dari dunia ke-3 mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perangkat ponsel yang murah,dan penetrasi mereka dimulai dengan tekhnologi CDMA seperti merk Sanex,Huawei,ZTE, (2004) mengingat saat itu belum banyak yang menfokuskan diri pada produk CDMA,baru kemudia kurang dari 2 tahun belakangan ini pabrikan cina lainnya bergerak masuk ke pasar Indonesia dengan menghadirkan produk GSM yang dikemas dengan kemampuan diluar kebiasaan.TV Phone, type ponsel ini sempat meledak dipasaran dan menggeser penjualan merk-merk ternama yang telah ada sebelumnya untuk level middle end sebelum akhirnya meredup kembali dan digantikhan oleh pabrikan asal Kanada, RIM (Research In Motion) dengan produknya Blackberry. Dengan kemampuan Online dengan dunia maya selama 24 jam nonstop produk ini mulai menggeser produk high end dari merk-merk terkenal yang telah ada terlebih dahulu.Dengan bentuk keypad QWERTY seperti keyboard computer membuat ponsel ini semakin berkelas.

Keberadaan blackberry yang meledak di pasaran Indonesia membuat pabrikan asal cina pun memproduksi type ponsel yang bentuknya mirip dengan Blackberry khususnya untuk bentuk keypad QWERTY nya,sebut saja merk Nexian,Imo,D-One,HT Mobile dan lain sebagainya,,merk & type ponsel ini pun menjadi laris dipasaran menggeser produk-produk low end dan middle end dari merk lainnya.

Hal ini berkaitan erat dengan perilaku masyarakat Indonesia yang konsumtif serta lebih mementingkan “style” (penampilan) Dari pada fungsi dari produk yang mereka gunakan. Maka jadilah prosuk lainnya dibuat semirip mungkin dengan tanpilan fisik Blackberry namun dengan fitur dan kemampuan yang sangat minim bahkan untuk kualitasnya pun masih perlu diragukan. Namaun demikian menurut Nuramin General Manager Prinsipal HT Mobile saat ini penjualan ponsel di Indonesia sampai dengan Mei 2009 baru mencapai 8%, artinya belum dominan,sementara berdasarkan info yang kami dapat bahwasanya saat ini Nokia sebagai pemilik market share tertinggi di Indonesia sesungguhnya market share mereka secara perlahan telah di gerogoti oleh pabrikan-pabrikan asal cina ini.

Berikut data statistic market share September 2009 Merk-merk yang mendominasi pasar Indonesia dewasa ini
»»  Baca Selengkapnya Klik Di Sini...

Bentuk Interaksi Sosial Individu Dengan Kelompok

Hubungan antar manusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari masyarakatnya. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial ini di dasarkan kepada komunikasi. Karenanya Komunikasi merupakan dasar dari existensi suatu masyarakat. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri, mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan masyarakat. Apabila kita lihat komunikasi ataupun hubungan tersebut sebelum mempunyai bentukbentuknya yang konkrit, yang sesuai dengan nilai-nilai sosial di dalam suatu masyarakat, ia mengalami suatu proses terlebih dahulu. Proses-proses inilah yang dimaksudkan dan disebut sebagai proses sosial.

sejarah internet,logo internet, jaringan internet, koneksi internet, warung internet, perangkat internet

Sehingga Gillin & Gillin mengatakan bahwa: Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Dilihat dari sudut inilah, komunikasi itu dapat di Pandang sebagai sistem dalam suatu masyarakat, maupun sebagai proses sosial. Dalam komunikasi, manusia saling pengaruh-mempengaruhi timbal balik sehingga terbentuklah pengalaman ataupun pengetahuan tentang pengalaman masing-masing yang sama. Karenanya Komunikasi menjadi dasar daripada kehidupan sosial ia, ataupun proses sosial tersebut.
Kesadaran dalam berkomunikasi di antara warga-warga suatu masyarakat, menyebabkan suatu masyarakat dapat dipertahankan sebagai suatu kesatuan. Karenanya pula dalam setiap masyarakat terbentuk apa yang di namakan suatu sistem komunikasi. Sistem ini terdiri dari lambang-lambang yang diberi arti dan karenanya mempunyai arti-arti khusus oleh setiap masyarakat. Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu, setiap masyarakat dapat. membentuk kebudayaannya, berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing.
Dalam masyarakat yang modern, arti komunikasi menjadi lebih penting lagi, karena pada umumnya masyarakat yang modern bentuknya makin bertarnbah rasionil dan lebih di dasarkan pada lambang-lambang yang makin abstrak. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial, dan karena bentuk-bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dairi interaksi, maka interaksi sosial yang dapat dinamakan proses sosial itu sendiri. Interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial, tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

Gillin dan Gillin mengajukan dua syarat yang harus di penuhi agar suatu interaksi sosial itu mungkin terjadi, yaitu:

  1. Adanya kontak sosial (social contact)
  2. Adanya komunikasi.

Dengan demikian kontak merupakan tahap pertama terjadinya suatu interaksi sosial. Dapat di katakan bahwa urituk terjadinya suatu kontak, tidak perlu harus terjadi secara badaniah seperti arti semula kata kontak itu sendiri yang secara harfiah berarti “bersama-sama menyentuh”. Manusia sebagai individu dapat mengadakan kontak tanpa menyentuhnya tetapi sebagai makhluk sensoris dapat melakukannya dengan berkomunikasi. Komunikasi sosial ataupun “face-to face” communication, interpersonal communication, juga yang melalui media. Apalagi kemajuan teknologi komunikasi telah demikian pesatnya.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu tidak hanya antara individu dan individu sebagai bentuk pertamanya saja, tetapi juga dalam bentuk kedua, antara individu dan suatu kelompok manusia atau sebaliknya. Bentuk ketiga, antara sesuatu kelompok manusia dengan kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.
Suatu kontak sosial tidak hanya tergantung Bari tindakan ataupun kegiatan saja, tetapi juga dari tanggapan atau response reaksi, juga feedback terhadap tindakan atau kegiatan tersebut.

Kontak sosial dapat bersifat positif, apabila mengarah kepada suatu kerjasama (cooperation). Dan dapat bersifat negatif apabila mengarah kepada suatu pertentangan (conflict), atau bahkan lama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
»»  Baca Selengkapnya Klik Di Sini...