Indonesia Hancur Karena Budaya Konsumtif Masyarakat Indonesia

Handphone atau ponsel yang jika dibahasa indonesiakan menjadi telepon genggam dewasa ini bukan lagi menjadibarang mewah seperti beberapa tahun yang lalu,mengingat kebutuhan manusia akan berkomunikasi dimana dan kapanpun maka saat ini hamper seluruh lapisan masyarakat sudah memiliki perangkat berkomunikasi ini,khususnya yang tinggal di kota-kota besar.

Beberapa tahun silam kita hanya mengenal beberapa merk ponsel yang berada di Indonesia,seperti Nokia,Sony Erriccson,Siemens,Samsung,Motorola. Inilah 5 merk terkemuka di bisnis telekomunikasi yang menguasai pangsa pasar dunia,termasuk Indonesia.Kala itu ponsel masil menjadi barang mewah dan hanya di miliki oleh segelintir orang saja masih menjadi sekedar alat komunikasi berbasis voice(suara) dengan tekhnologi nya saat itu AMPS (Advanced Mobile Phone Service), seiring perkembangan tekhnologi kini ponsel mulai digunakan bukan hanya untuk berbicara langsung tetapai dapat juga mengirim data singkat berupa pesan singkat yang kita kenal dengan sms (short message service), medio tahun 2003 mulai dikenalkan pengiriman gambar,video dan suara melalui pesan singkat yang dikenal dengan MMS (Multimedia Message Service), sampai tahap ini teknologi komunikasi memasuki fase atau Generasi ke-2 (2G). Bebe) pa tahun silam barulah ponsel tidak lagi menjadi sekedar alat komunikasi melainkan menjadi sebuah multimedia mini seiring dengan mulainya masyarakat memfokuskan penggunaan ponsel kepada fungsi multimedia seperti foto,music, dan belakangan ini lebih kepada akses data (internet) dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas nya melalui ponsel yang berada di genggamannya.
sejarah internet,logo internet, jaringan internet, koneksi internet, warung internet, perangkat internet

Disaat kondisi seperti itulah pabrikan-pabrikan dari dunia ke-3 mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perangkat ponsel yang murah,dan penetrasi mereka dimulai dengan tekhnologi CDMA seperti merk Sanex,Huawei,ZTE, (2004) mengingat saat itu belum banyak yang menfokuskan diri pada produk CDMA,baru kemudia kurang dari 2 tahun belakangan ini pabrikan cina lainnya bergerak masuk ke pasar Indonesia dengan menghadirkan produk GSM yang dikemas dengan kemampuan diluar kebiasaan.TV Phone, type ponsel ini sempat meledak dipasaran dan menggeser penjualan merk-merk ternama yang telah ada sebelumnya untuk level middle end sebelum akhirnya meredup kembali dan digantikhan oleh pabrikan asal Kanada, RIM (Research In Motion) dengan produknya Blackberry. Dengan kemampuan Online dengan dunia maya selama 24 jam nonstop produk ini mulai menggeser produk high end dari merk-merk terkenal yang telah ada terlebih dahulu.Dengan bentuk keypad QWERTY seperti keyboard computer membuat ponsel ini semakin berkelas.

Keberadaan blackberry yang meledak di pasaran Indonesia membuat pabrikan asal cina pun memproduksi type ponsel yang bentuknya mirip dengan Blackberry khususnya untuk bentuk keypad QWERTY nya,sebut saja merk Nexian,Imo,D-One,HT Mobile dan lain sebagainya,,merk & type ponsel ini pun menjadi laris dipasaran menggeser produk-produk low end dan middle end dari merk lainnya.

Hal ini berkaitan erat dengan perilaku masyarakat Indonesia yang konsumtif serta lebih mementingkan “style” (penampilan) Dari pada fungsi dari produk yang mereka gunakan. Maka jadilah prosuk lainnya dibuat semirip mungkin dengan tanpilan fisik Blackberry namun dengan fitur dan kemampuan yang sangat minim bahkan untuk kualitasnya pun masih perlu diragukan. Namaun demikian menurut Nuramin General Manager Prinsipal HT Mobile saat ini penjualan ponsel di Indonesia sampai dengan Mei 2009 baru mencapai 8%, artinya belum dominan,sementara berdasarkan info yang kami dapat bahwasanya saat ini Nokia sebagai pemilik market share tertinggi di Indonesia sesungguhnya market share mereka secara perlahan telah di gerogoti oleh pabrikan-pabrikan asal cina ini.

Berikut data statistic market share September 2009 Merk-merk yang mendominasi pasar Indonesia dewasa ini

No comments:

Post a Comment